Rabu, 03 September 2014

GM Jadi Pabrikan Paling Buruk di Mata Perusahaan Pemasok

// // Leave a Comment
Detroit, KompasOtomotif - Di antara pabrikan besar yang ada di Amerika Serikat (AS), General Motors (GM), dianggap sebagai yang paling buruk di mata sejumlah perusahaan pemasok komponen Tier 1. Kesimpulan ini diperoleh berdasarkan survei yang dilakukan oleh konsultan Planning Perspectives Incorporated (PPI) dari London, Inggris.

GM hanya berhasil menduduki peringkat terakhir (keenam) di bawah lima pabrikan lain yang beroperasi di AS. Masalah utama yang mengganjal bagi perusahaan komponen, adalah soal kepercayaan, komunikasi, dan perlindungan kekayaan intelektual.

Produsen mobil terbesar AS itu juga dianggap paling sulit dalam mencapai kesepakatan ketika mau menaikkan harga komponen karena ongkos bahan baku. Dari total 55 persen pemasok yang masuk dalam survei menganggap hubungan mereka dengan GM itu "buruk" sampai "sangat buruk".

Merek Lain
Merek lain yang juga berasal dari AS, Chrysler, juga tidak terlalu berhasil baik karena hanya duduk diperingkat lima dan di bawah Ford (empat). Peringkat ketiga berhasil direbut Nissan dari Ford yang tahun lalu menguasai peringkat ini. Toyota masih menjadi pabrikan terfavorit bagi perusahaan pemasok komponen, diikuti Honda di peringkat kedua.

PPI juga melakukan survei terhadap Volkswagen, BMW, dan Mercedes-Benz, tapi semua merek ini masuk kategori pabrikan kecil karena di pasar presentasenya relatif jauh dibandingkan penjualan merek AS dan Jepang. 

Hasilnya, dari nilai yang diperoleh Mercedes dan VW menduduki peringat di bawah GM, sementara BMW selangah di belakang Toyota. Dilansir Reuters (12/5/2014), hasil ini menunjukkan kalau pabrikan AS tengah menghadapi masalah yang serius ketimbang Jepang yang terlihat lebih baik hubungannya dengan industri pendukungnya.

John Henke, Pemimpin PPI sekaligus peneliti dari Center for Supply Chain Management di Universitas Rutgers mengatakan, popularitas Toyota dan Nissan di kalangan perusahaan pemasok meningkat tajam. "Kondisinya bisa memasuki era hubungan pemasok yang kurang baik bagi Trio Detroit," tukas Henke. 

Alasannya, pabrikan Jepang memposisikan diri bukan cuma mau memanfaatkan dari buruknya hubungan antara perusahaan pemasok dan Trio Detroit. Tapi, mereka sekaligus menaikkan standar hubungan yang terjalin dengan perusahaan pemasok komponennya.

0 komentar:

Posting Komentar